Keinginan Kita, Belum Tentu Yang Terbaik Menurut Tuhan

Pada Awal memasuki Sekolah Menengah Atas, harapan saya¬† hanya satu yaitu Bisa masuk Perguruang Tinggi Negeri Favorit yang saya inginkan. Hari pertama saya menduduki bangku SMA dikelas saya sangat merasa tidak nyaman, Mengapa? saat itu, saya duduk sendiri dan belum mengenal teman satu sama lain… ya namanya juga baru masuk sekolah… Tetapi, tidak lama setelah itu, saya mengenal dengan teman sekelas satu sama lain dan saya mempunyai lima orang teman dekat yang hingga saat ini masih menjadi sahabat saya…

Kelas 10 pun usai, menurut saya hasilnya belum memuaskan.. karena itu, saya pun berniat saat nanti kelas 11 saya harus lebih rajin belajar karena saya ingin menggapai impian saya.. yaitu, masuk PTN. Saat kelas 10 juga kelas 11 saya sangat aktif berorganisasi dan mengikuti beberapa perlombaan baik dalam bidang akademik atau non akademik. Hasil dari perlombaan tersebut menghasilkan beberapa sertifikat yang katanya bisa membantu untuk memudahkan saya bisa masuk PTN. Ketika UAS selesai, saya selalu berharap semoga rapotnya memuaskan dan alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan.. Baiklah, batinku berkata perjalanan saya 1 langkah lagi untuk mendapatkan PTN yang saya inginkan, artinya saya harus lebih giat dalam belajar.

Akhirnya saya memasuki Kelas 12, pengumuman SNMPTN membuat saya gelisah. Karena, hanya 40 % siswa dari setiap sekolah yang bisa mendapatkan jalur SNMPTN. Dan Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk bisa memilih PTN melalui Jalur SNMPTN. Saya selalu berdoa agar pilihan saya tepat dan jalur ini merupakan jalur terbaik agar saya bisa memasuki PTN. Pengumuman SNMPTN¬† pun resmi diumumkan.. dan ternyata itu masih belum rezeki saya…